Childfree

Beberapa waktu lalu, ramai diperbincangkan soal Gita Savitri dan pasangannya, nama suaminya, yang memilih untuk Childfree. Disusul Cinta Laura yang memilih Childree tapi dia ingin mengadopsi anak.

Apasih Childfree itu? Yang gw tangkep, pasangan yang memilih Childfree adalah pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak. Entah itu anak kandung, ataupun anak angkat. Dan Childfree inilah yang dipilih oleh Gita Savitri. Sedangkan Cinta Laura, memilih untuk Childfree tapi mengadopsi anak. Istilahnya dia tidak memilih untuk melahirkan, tapi memilih untuk mengadopsi.

Hal ini cukup menarik perhatian gw, nih! Soalnya kayak ada 2 kubu gitu di Childfree ini. Yang bener - bener memilih untuk ngak punya anak (kandung atau angkat), serta yang memilih nggak punya anak kandung tapi memiliki anak angkat atau mengadopsi anak.

Gw sendiri yang dari awal memilih untuk nggak punya anak tapi memilih adopsi, mungkin satu jalan dengan Childfreenya Cinta Laura ini. Gw belum menikah apalagi memiliki pasangan, ya. Tapi udah cukup lama gw kepikiran untuk tidak memiliki anak. Bahkan gw nggak kepikiran sama sekali untuk menikah. Alasannya? Banyak faktor sih yang membuat gw memilih jalan ini. Gw juga nggak sembarangan mengambil keputusan ini. Gw juga nggak tahu kalo dimasa depan semesta bakal mengombang - ambingkan keputusan gw ini atau nggak. Tapi, saat ini gw masih teguh dengan pendirian gw sih.

Alasan kenapa gw memilih untuk nggak punya anak tapi ingin mengadopsi anak, salah satunya karena apa yang gw lihat dan dengar selama ini. Banyak pasangan yang tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka lakukan. Kurangnya sex education di Indonesia yang membuat beberapa pasangan muda - mudi ini melakukan hubungan yang melewati batas. Dampak yang timbul salah satunya adalah, hamil diluar nikah.

Beruntung bagi sang anak jika kedua orangtua mereka bertanggung jawab. Tapi bagi yang tidak? Kemungkinan besar anak itu bisa saja diaborsi, dibuang, ditelantarkan. Bahkan parahnya, bisa saja anak itu malah jadi sasaran perdagangan manusia! Hal ini yang mebuat gw emosi. Inilah salah satu yang membuat gw memilih untuk childfree dan mengadopsi mereka. Mungkin bukan mengadopsi ya lebih tepatnya. Tapi merawat mereka. Menyediakan rumah dan menjadi keluarga untuk mereka. Karena gw cukup tahu perasaan dimana nggak punya keluarga, dan punya rumah yang nggak seperti rumah.

Mungkin ini adalah keinginan kecil gw. Tapi gw nggak mau kejadian tidak mengenakkan diatas menimpa mereka. Membuat panti asuhan untuk menampung mereka yang kurang beruntung, dan mendidik mereka dengan baik. Gw mau membuat panti asuhan dengan suasana rumah yang kental. Membuat mereka merasa jika mereka punya keluarga dan rumah. 

Mungkin kalian berfikir kalo gw tuh cuman nggak mau punya anak ajah, jadinya ngadopsi dan ngerawat anak terlantar dan ngebuat panti, atau gw jadi orang yang sok menyelamatkan dunia lah. Mungkin seperti itu. Yah, gw nggak menyalahkan sih, tapi tujuan gw bukan itu. Gw memilih untuk nggak punya anak kandung karena, gw nggak mau anak gw punya orang tua kayak gw. Mungkin bisa dibilang parenting orang tua gw nggak sebaik dan nggak seburuk itu. Tapi hal ini menyadarkan gw kalo, cara mendidik dan merawat anak sangat berpengaruh ke anak tersebut. Apalagi jika mengarah ke mental anak itu sendiri.

Hal inilah yang ngebuat gw sadar kalo, memilih untuk mempunyai anak itu tanggung jawabnya tidak main - main. Salah - salah bsia ngaruh ke anak tersebut. Kepribadian, dan sikap mereka akan sangat terpengaruh oleh parenting kita nantinya. Sejak masih diumur anak - anak yang usianya 5 tahun, sampai dengan umur kepala 2 alias 20 tahun, parenting yang dilakukan oleh orang tua akan sangat mempengaruhi si anak tersebut.

Kenapa gw bilang sampai 20 tahun? Kenapa nggak 17? Kan itu sudah termasuk dewasa?

Karena menurut gw, diumur 17 tahun itu awal dimana si anak ini belajar menentukan arah mana yang akan dia tuju. Labil, dan bingung pasti dirasakan setiap anak di usia 17 tahun. Umur 17 tahun inilah yang harus dibimbing lebih oleh si orang tua sebelum si anak berumur 20 tahun. Itu lah menurut gw.

Gaes, gw bukanlah dokter ahli atau psikolog, atau orang yang ahli dalam bidang ini. Disini gw murni menyampaikan apa yang ada di pikiran gw. Sedikit berbagi juga soal pandangan gw.


Karena gw tinggal di negara +62 ini, untuk orang - orang yang memilih melakukan 

Childfree Childfree Reviewed by MatchaPyo on Agustus 25, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.